BAB 14
Organisasi Jasa
A. Organisasi Jasa Secara
Umum
Pada tahun 2003, lapangan kerja sektor jasa telah tumbuh lebih dari dua
kali lipat pertumbuhan sektor manufaktur yang membutuhkan wawasan yang lebih
mengenai sistem pengendalian manajemen bagi organisasi jasa.
1. Karakteristik
Pengendalian manajemen dalam industri jasa agak berbeda dengan
pengendalian manajemen dalam perusahaan manufaktur. Karakteristik tersebut
adalah:
a. Ketiadaan Persediaan
Penyangga
Barang dapat disimpan dalam bentuk persediaan yang merupakan penyangga
untuk memperkecil dampak fluktuasi dalam volume penjualan terhadap proses
produksi, jasa tidak dapat disimpan. Perusahaan jasa tidak dapat
melakukan apa yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur, sehingga perusahaan
jasa harus mencoba untuk meminimalkan kapasitasnya yang tidak terpakai. Lebih
lanjut lagi, biaya dan banyak organisasi jasa pada dasarnya bersifat tetap dalam
jangka pendek. Dalam jangka pendek, sebuah hotel tidak dapat mengurangi
biaya-biayanya secara substansial dengan menutup beberapa kamarnya. Kantor
akuntan, kantor pengacara, dan organisasi profesional lainnya enggan untuk
memberhentikan karyawan profesionalnya ketika volume penjualan rendah karena
dampak moral dan biaya untuk merekrut dan melatih kembali karyawan baru.
b. Kesulitan dalam
Mengendalikan Kualitas
Perusahaan jasa tidak dapat menilai kualitas produk sampai pada saat
jasanya diserahkan, dan sering kali penilaian tersebut bersifat subjektif.
Misalnya kualitas pendidikan, kualitas pendidikan adalah hal yang sulit untuk
diukur sehingga hanya beberapa Organisasi pendidikan yang memiliki sistem
pengendalian kualitas formal.
c. Padat Karya
Perusahaan manufaktur dapat menambah peralatan dan mengotomisasi
lini produksi sehingga dengan demikian, perusahaan menggantikan buruh dan
mengurangi biaya. Hampir semua perusahaan jasa bersifat padat karya dan tidak
dapat melakukan hal semacam itu. Rumah sakit memang dapat menambah peralatan
yang mahal, tetapi kebanyakan hal itu ditujukan untuk memberikan pelayanan yang
lebih baik, dan hal ini menambah biaya. Kantor pengacara memperluas usahanya
dengan menambah rekan kerja dan karyawan pendukung yang baru.
d. Organisasi
Multi-Unit
Beberapa organisasi jasa mengoperasikan banyak unit di berbagai lokasi,
di mana setiap unit adalah relatif kecil. Kesamaan dari unit-unit yang terpisah
memberikan dasar yang umum untuk menganalisis anggaran dan mengevaluasi
kinerja, yang tidak ada di perusahaan manufaktur. Informasi dan setiap unit
dapat dibandingkan dengan rata-rata sistem atau regional, dan karyawan dengan
kinerja tinggi dan rendah dapat diidentifikasikan.
2. Sejarah Perkembangan
Akuntansi biaya dimulai di perusahaan manufaktur karena kebutuhan untuk
menilai persediaan barang dalam proses dan barang jadi untuk tujuan laporan
keuangan. Sistem ini memberikan data mentah yang dapat dengan mudah diadaptasi
untuk digunakan dalam menetapkan harga jual dan untuk tujuan manajemen
lainnya.Banyak organisasi jasa tidak mempunyai dorongan yang sama
mengembangkan data biaya. Penggunaan mereka atas data biaya produk dan data
akuntansi manajemen lainnya adalah baru-baru ini saja – terutama sejak Perang
Dunia II. Sekarang ini sistem pengendalian manajemen dan organisasi jasa
berkembang sama pesatnya dengan sistem pengendalian manajemen yang ada di
perusahaan manufaktur.
B. Organisasi Jasa
Profesional
Organisasi penelitian dan pengembangan, kantor pengacara, kantor akuntan,
organisasi kesehatan, perusahaan teknik, perusahaan, arsitektur, kantor
konsultan, organisasi simfoni dan organisasi kesenian lainnya, serta organisasi
olahraga adalah contoh organisasi yang produknya adalah jasa profesional.
1. Karakterístik Khusus
a. Sasaran
Organisasi profesional memiliki relatif sedikit aktiva yang berwujud;
aktiva utamanya adalah keterampilan dan staf profesionalnya, yang tidak muncul
di neraca perusahaan. Tingkat pengembalian atas aktiva ýang digunakan pada
hakikatnya tidak berarti dalam organisasi. Sasaran keuangan untuk memberikan
kompensasi yang memadai kepada para profesional. Sasaran terkait adalah
meningkatkan ukuran organisasi. Hal ini mencerminkan tendensi alamiah untuk
mengaitkan keberhasilan dengan ukuran yang besar; skala ekonomi dalam
menggunakan usaha dan staf karyawan dan unit sentral yang bertanggung jawab
untuk menjaga agar organisasi tetap terkini.
b. Profesional
Organisasi profesional adalah organisasi yaig padat karya, dan karyawannya
adalah orang-orang yang khusus. Banyak profesional lebih menyukai bekerja
secara independen daripada sebagai bagian dan suatu tim. Profesional yang juga
adalah manajer cenderung bekerja hanya paruh waktu dalam aktivitas manajemen.
Pendidikan bagi kebanyakan profesi tidak mencakup pendidikan dalam manajemen
tetapi pada umumnya menekankan kepada keterampilan profesi di banding kepada
keterampilan manajemen. Profesional cendrung meremehkan implikasi keuangan dari
keputusan mereka; mereka ingin untuk melakukan pekerjaan terbaik yang dapat
mereka lakukan, tanpa memperdulikan biayanya. Sikap ini mempengaruhi sikap dari
staf pendukung dan karyawan nonprofesional dalam organiasi tersebut; hal ini
mengarah pada pengendalian biaya yang tidak memadai.
c. Pengukuran
Input dan Output
Output dari organisasi profesional tidak dapat diukur dengan ukuran
fisik, seperti unit, ton, atau galon. Seseorang dapat mengukur jumlah pasien
yang dilayani oleh seorang dokter dalam satu hari, dan bahkan dapat mengklasifikasikan
pasien-pasien tersebut berdasarkan jenis keluhannya; tetapi tidak dapat
disamakan dengan jumlah atau kualitas layanan yang diberikan oleh dokter
tersebut. Yang terbaik yang dapat diukur adalah efisiensi dokter tersebut dalam
menangani pasiennya, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan pekerja
yang santai dan pekerja keras. Pendapatan yang diperoleh adalah salah satu
ukuran output di heberapa organisasi profesional, tetapi angka moneter ini,
paling-paling hanya berkaitan dengan kuantitas jasa yang diberikan, namun bukan
kualitasnya (meskipun kualitas yang buruk tercermin dalam pendapatan yang
berkurang dalam jangka panjang).
d. Perusahaan Kecil
Dengan beberapa perkecualian, seperti beberapa kantor pengacara dan
kantor akuntan, organisasi profesional biasanya relatif kecil dan beroperasi di
satu lokasi saja. Manajemen senior dalam organisasi semacam itu dapat secara
pribadi mengamati apa yang sedang berlangsung dan secara langsung memotivasi
karyawannya. Dengan demikian, terdapat lebih sedikit kebutuhan akan sistem
pengendalian manajemen yang canggih, dengan pusat laba dan laporan kinerja
formal. Meskipun demikian, organisasi yang kecilpun tetap membutuhkan anggaran,
perbandingan umum antara kinerja terhadap anggaran, dan suatu cara untuk mengaitkan
kompensasi dengan kinerja.
e. Pemasaran
Dalam suatu perusahaan manufaktur terdapat garis pemisah yang jelas
antara aktivitas pemasaran dengan aktivitas produksi; hanya manajemen senior
yang menaruh perhatian pada keduanya. Pemisahan yang jelas semacam itu tidak
terdapat dalam organisasi proesional. Di beberapa organisasi profesional, kode
etik profesi membatasi jumlah dan karakter dan usaha pemasaran yang terlalu
kentara oleh para profesional. Tetapi, pemasaran adalah aktivitas yang penting
di hampir semua organisasi. Dalam situasi seperti ini, sangatlah sulit untuk
memberikan penghargaan yang sesuai kepada orang yang bertanggung jawab untuk
“menjual” ke pelanggan baru.
2. Sistem Pengendalian
Manajemen
a. Penentuan Harga
Harga jual dan pekerjaan ditetapkan dengan cara tradisional di banyak
perusahaan-perusahaan profesional. Jika profesi tersebut merupakn salah satu
profesi di mana para anggotanya sudah terbiasa untuk mencatat jadwal waktu
mereka, penentuan biaya profesional yang harus dibayar biasanya dikaitkan
dengan waktu profesional yang digunakan dalam penugasan tersebut. Tarif tagihan
per jam biasanya didasarkan pada kompensasi dari tingkat profesional tersebut
(dan bukannya kompensasi dari orang tertentu), ditambah dengan beban untuk
biaya overhead dan laba.
b. Pusat Laba dan
Penetapan Harga Transfer
Unit-unit pendukung, seperti pemeliharaan, pemrosesan informasi
transportasi, percetakan, dan pengadaan barang dan jasa, membebankan layanan
yang mereka berikan ke unit yang mengonsumsi layanan tersebut.
c. Perencanaan
Strategis dan Penyusunan Anggaran
Secara umum, sistem perencanaan strategis formal di organisasi
profesional tidak berkembang sebaik di perusahaan manufaktur dengan ukuran yang
sama. Sebagian dari penjelasan atas hal tersebut adalah bahwa organisasi
profesional tidak memiliki kebutuhan yang besar akan sistem semacam itu. Di
perusahaan manufaktur, banyak keputusan program melibatkan komitmen untuk
membeli pabrik dan peralatan. Keputusan-keputusan tersebut mempunyai dampak
yang dapat diprediksikan, baik terhadap kapasitas maupun biaya selama beberapa
tahun ke depan, dan, sekali telah dibuat, keputusan tersebut pada hakikatnya
tidak dapat dibalik. Dalam suatu organisasi profesional, aktiva utamanya adalah
manusia. Meskipun organisasi tersebut menghindari fluktuasi jangka pendek dalam
jumlah karyawan, perubahan dalam ukuran dan komposisi karyawan lebih mudah
untuk dilakukan dan lebih mudah untuk dibalik dibandingkan dengan perubahan
dalam kapasitas fisik pabrik
d. Pengendalian Operasi
Banyak perhatian yang, atau sebaiknya, dicurahkan pada penjadwalan waktu
profesional. Rasio waktu yang ditagih (billed time ratio), yang merupakan rasio
dari jumlah jam yang dapat ditagih terhadap jumlah jam yang tersedia, dipantau
secara ketat. Jika ternyata penggunaan waktu yang sebaliknya merupakan waktu
menganggur atau untuk alasan pemasaran atau pelayanan umum, beberapa penugasan
dibebankan dengan tarif yang lebih rendah dari tarif normal, maka varians harga
yang ditimbulkan harus dipantau secara ketat.
Ketidakmampuan untuk menetapkan standar bagi kinerja tugas, keinginan
untuk melaksanakan pekerjaan dalam tim, masalah yang ditimbulkan karena
mengelola organisasi matriks, dan karakteristik perilaku dari profesional,
semuanya memperumit perencanaan dan pengendalian atas operasi sehari-hari dalam
organisasi profesional. Ketika pekerjaan dilaksanakan oleh tim proyek, maka
pengendalian difokuskan pada proyek. Rencana tertulis untuk setiap proyek
dibutuhkan, dan laporan tepat waktu harus dibuat, yang membandingkan kinerja
aktual dengan kinerja yang direncanakan dalam hal biaya, jadwal, dan kualitas.
e. Pengukuran dan
Penilaian Kinerja
Penilaian yang dibuat oleh atasan adalah penilaian yang paling umum.
Untuk itu, organisasi profesional semakin banyak yang menggunakan sistem formal
untuk mengumpulkan penilaian kinerja sebagai dasar keputusan personalia dan
ùntuk diskusi dengan profesional tersebut. Beberapa sistem memerlukan peringkat
numerik atas atribut tertentu dari kinerja dan memberikan rata-rata tertimbang
bagi peringkat-peringkat ini. Kompensasi mungkin dikaitkan, sebagian, pada
peringkat numerik ini. Penilaian oleh rekan sekerja, atau oleh bawahan, kadang
kala merupakan bagian dan sistem pengendalian formal. Di beberapa organisasi,
individu dapat diminta untuk membuat penilaian atas diri sendiri. Ekspresi
kepuasan atau ketidakpuasan dari kiien juga merupakan dasar yang penting untuk
menilai kinerja, meskipun ekspresi semacam itu mungkin tidak selalu tersedia.
Anggaran dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja biaya, dan
waktu aktual yang digunakan dapat dibandingkan dengan waktu yang direncanakan.
Anggaran dan pengendalian atas beban diskresioner di perusahaan profesional
adalah sama pentingnya dengan di perusahaan manufaktur. Tetapi,
ukuran-ukuran keuangan semacam itu adalah relatif tidak penting dalam menilai
kontribusi dari seorang profesional terhadap profitabilitas perusahaan.
Kontribusi utama dari profesional tersebut berkaitan dengan kuantitas dan
berada di atas seluruh kualitas pekerjaan, sehingga penilaiannya teñtu saja
harus lebih banyak bersifat subjektif. Lebih lanjut lagi, penilaian tersebut
harus dilakukan saat itu juga.
C. Organisasi Jasa Keuangan
Organisasi jasa keuangan meliputi bank komersial dan institusi
penghematan, perusahaan asuransi, dan perusahaan efek. Perusahaan-perusahaan
ini berada dalam bisnis yang terutama bertujuan untuk mengelola uang. Beberapa
dari perusahaan tersebut bertindak sebagai perantara,yang lain bertindak
sebagai pemindah risiko dan yang lainnya lagi adalah pedagang.
1. Sektor Jasa Keuangan
Beberapa pengamatan umum dapat dibuat mengenai sektor jasa keuangan.
- Sektor jasa keuangan
merupakan tulang punggung penting dari perekonomian Amerika Serikat dan
dunia.
- 30 tahun yang lalu,
bank komersial, bank investasi, broker ritel, dan asuransi, ada sebagai
industri yang berbeda dan terpisah. Perusahaan-perusahaan tersebut hanya
berspesialisasi dalam satu industri saja dan cenderung untuk bersaing
dalam satu negara. Hal itu jauh berbeda dari kenyataan saat ini. Beberapa
merger besar telah mengarah pada konsolidasi dari industri jasa keuangan
(contohnya: merger antara Citicorp dan Travellers; akusisi UBS atas Paine
Webber; akuisisi Morgan Stanley atas Dean Witter; akuisisi Deutsche Bank
atas Bankers Trust). Pengaburan batas industri, globalisasi, dan
konsolidasi perusahaan jasa keuangan akan semakin cepat di abad ke-21.
- Perusahaan jasa
keuangan telah menggunakan revolusi teknologi intormasi untuk menciptakan
produk-produk baru dan menemukan metode-metode perdagangan baru. Misalnya
saja, Charles Schwab Corporation memperkenalkan TeleBroker (sistem entri
pesanan menggunakan papan sentuh telepon secara otomatis).
- Kebutuhan akan
pengendalian di sektor jasa keuangan telah menjadi sangat penting. Krisis
keuangan Asia selama paruh kedua tahun 1990-an, sebagian, merupakan akibat
dan pengendalian yang tidak memadai di bank-bank Thailand, Indonesia,
Jepang, dan negara-negara Asia lainnya yang, pada gilirannya, memungkinkan
bank-bank tersebut memberikan pinjaman berisiko tinggi dan buruk.
- Selama tahun 1990-an
bentuk-bentuk baru dari instrumen keuangan (seperti derivatif) dircang
oleh perusahaan jasa keuangan kadang kala menimbulkan kerugian sebesar
jutaan dolar bagi klien.
- Skandal korporat
selama tahun 2002 telah menciptakan dorongan yang kuat terhadap bank-bank
investasi untuk melakukan pemisahan (spin off) terhadap departemen
penelitinnya.
2. Karakteristik Khusus
a. Aktiva Moneter
Kebanyakan aktiva dari perusahaan jasa keuangan bersifat moneter. Nilai
sekarang dari aktiva moneter adalah jauh lebih mudah untuk diukur dibandingkan
dengan nilai pabrik dan aktiva fisik lainnya, atau paten dan aktiva tidak
berwujud lainnya. Dalam industri jasa keuangan, kualitas mengacu pada kualitas
jasa yang diberikan dan pada kualitas instrumen keuangan selain uang; tidak ada
kebutuhan akan pengendalian kualitas atas uang.Aktìva finansial dapat
juga dipindahkan dari satu pemilik ke pemilik lainnya dengan mudah dan cepat. Dalam
pemindahan dana secara elektronik, uang berpidah hampir seketika. Perusahaan
yang menangani aktiva keuangan, terutama uang, harus mengambil
tindakan-tindakan yang ketat guna melindunginya. Hal ini tidak hanya melibatkan
tindakan-tindakan fisik untuk melindungi mata uang dan dokumen, melainkan juga
tindakan-tindakan yang dirancang untuk memelihara integritas dan sistem untuk
mentransfer uang dari satu pihak ke pihak lain.
b. Jangka Waktu
Transaksi
Pengendalian memerlukan adanya suatu cara pengawasan yang berkelanjutan
atas kelayakan dari suatu transaksi selama jangka waktu tertentu, termasuk
audit periodik atas semua pinjaman yang beredar.
c. Imbalan dan
Risiko
Banyak perusahaan jasa keuangan bergerak dalam bisnis yang menerima
risiko sebagai ganti atas imbalan yang diperoleh. Kebanyakan keputusan bisnis
melibatkan trade-off antara risiko dan imbalan. Semakin besar
risikonya, sebaiknya semakin besar pula imbalan yang diantisipasi. Di dalam
perusahaan jasa keuangan, trade-off ini lebih eksplisit dibandingkan
dengan di dalam investasi bisnis seperti keputusan pembelian suatu mesin atau
pengenalan suatu produk baru. Tingkat bunga pinjaman dan premi polis asuransi
didasarkan pada asumsi tentang risiko, yang mungkin terbukti akurat atau tidak.
d. Teknologi
Teknologi telah merevolusi industri jasa keuangan. Perusahaan jasa
keuangan telah menggunakan teknologi informasi sebagai suatu cara untuk
menawarkan layanan yang inovatif. ATM bank merupakan salah satu contohnya.
Layanan broker secara online merupakan segmen dengan
pertumbuhan yang cepat.
D. Organisasi Perawatan Kesehatan
Organisasi perawatan kesehatan terdiri atas rumah sakit, klinik, dan
organisasi kedokteran yang serupa; organisasi pemeliharaan kesehatan; panti
wreda dan rumah perawatan; organisasi pelayanan rumah; dan laboratorium medis
adalah beberapa di antaranya. Meskipun kesemuanya memiliki hampir semua
karakteristik dari organisasi nirlaba, banyak di antaranya yang merupakan
perusahaan berorientasi laba.
1. Karakteristik Khusus
a. Masalah Sosial yang
Sulit
Masyarakat lambat laun mulai memahami fakta bahwa sistem pemberian
pelayanan kesehatan sekarang ini tidak berjalan. Di pihak lain, biaya per
layanan tidak dapat dihindari lagi akan terus meningkat dengan pengembangan
peralatan dan obat-obatan baru; beban rumah sakit semakin meningkat. Di pihak
lain, jumlah orang yang sakit semakin bertambah karena kemajuan medis
memperpanjang usia orang-orang tua, yang kemungkinan besar memerlukan
perawatan. Masyarakat tidak dapat membayar peningkatan yang dapat diprediksikan
jika tingkat kenaikan biaya sekarang ini berlanjut lebih lama lagi. Penyedia
layanan kesehatan menyadari masalah ini, adalah jelas bahwa pemberian layanan
kesehatan akan berubah secara drastis. Organisasi layanan kesehatan harus
waspada terhadap peruahan-perubahan ini.
b. Perubahan dalam
Bauran Penyedia Layanan
Dalam kenaikan keseluruhan dan biaya layanan kesehatan, perubahan yang
signifikan telah terjadi dalam cara dengan mana pelayanan kesehatan diberikan
dan, akibatnya, dalam kelayakan jenis tertentu dan penyedia layanan. Untuk
tetap layak beroperasi, rumah sakit harus memiliki fleksibilitas untuk
beradaptasi terhadap perubahan ini, balk dengan memberikan lebih banyak layanan
kepada pasien rawat jalan atau dengan menghilangkan layanan pasien rawat inap
yang tidak lagi menguntungkan.
c. Pembayar Pihak
Ketiga
Program terbesar dan pemerintah adalah Medicare, sebuah program
pemerintah federal ÿang menyediakan dukungan bagi orang-orang berusia 65 tahun
ke atas dan bagi anak-anak muda dengan ketidakmampuan tertentu. Sampai tahun
1983, Medicare telah mengganti biaya-biaya yang terjadi sesuai dengan
“kewajaran,” yang memberikan sedikit insentif kepada penyedia layanan kesehatan
untuk mengendalikan biaya. Pada saat ini, Medicare mengganti biaya rumah sakit
berdasarkan Kelompok Diagnostik Terkait (Diagnostic Related Groups-DRG).
Sistem DRG, dan kenaikan dalam biaya rumah sakit per pasien, telah
memotivasi rumah sakit untuk memasang sistem akuntansi biaya yang canggih.
Beberapa rumah sakit memberikan layanan pemrosesan informasi kepada rumah sakit
lain berdasarkan kontrak. Sistem ini memberikan informasi atas pasien
individual dan mereka melaporkan biaya aktual dibandingkan dengan biaya standar
untuk setiap DRG; biaya diklasifikasikan berdasarkan departemen dan bahkan
berdasarkan dokter yang merawat dalam departemen tersebut. Informasi ini
merupakan tambahan atas informasi yahg secara tradisional dikumpulkan di rumah
sakit. Informasi tersebut fokus pada output (layanan pasien), serta pada input
(biaya per tes laboratorium). Oleh karena itu, tugas yang sulit untuk
mengendalikan pembayaran-pembayarannya agar tidak melampaui iuran, yang mereka
terima, tetapi dengan memastikan bahwa layanan kesehatan yang memadai tetap disediakan.
d. Profesional
Loyalitas utama profesional adalah kepada profesi dan bukan kepada
organisasi. Para manajer departemental biasanya adalah profesional yang fungsi
manajemeya hanya bersifat paruh waktu; kepala bedah melakukan pembedahan.
Secara historis, para dokter cenderung memberikan tekanan yang relatif kecil
terhadap pengendan biaya.
e. Pentìngnya
Pengendalian Kualitas
Industri layanan kesehatan berurusan dengan nyawa manusia, jadi kualitas
layanan yang diberikannya merupakan hal yang paling penting. Terdapat
peninjauan jaringan dari prosedur pembedahan, peninjauan rekan sejawat atas
dokter individual, dan agen peninjau luar yang diharuskan oleh pemerintah
federal.
2. Proses Pengendalian
Manajemen
Karena pergeseran dalam bauran produk dan karena peningkatan kuantitas
serta biaya peralatan baru, proses perencanaan strategis di rumah sakit adalah
penting. Proses penyusunan anggaran tahunan adalah secara konvensional.
Sejumlah besar informasi tersedia dengan cepat untuk pengendalian aktivitas
operasi. Kinerja keuangan dianalisis dengan membandingkan pendapatan dan beban
aktual dengan anggaran, dengan mengidentifikasikan varians-varians penting, dan
mengambil tindakan yang sesuai atas varians-varians tersebut.
E. Organisasi Nirlaba
Suatu organisasi nirlaba, sebagaimana didefinisikan dalam hukum, adalah
organisasi yang tidak dapat mendistribusikan aktiva atau labanya kepada, atau
untuk manfaat dan, anggotanya, pejabatnya, maupun direkturnya. Definisi ini
tidak menghalangi organisasi untuk memperoleli laba; definisi tersebut hanya
melarang distribusian dari laba tersebut. Suatu organisasi nirlaba perlu
memperoleh laba yang memadai, secara rata-rata, guna menyediakan dana untuk
modal kerja dan untuk berjaga-jaga terhadap “hari-hari buruk”.
1. Karakteristik Khusus
a. Ketiadaan Ukuran
Laba
Sasaran dominan dan kebanyakan bisnis adalah untuk memperoleh laba yang
memuaskan. Laba bersih mengikur kinerja ke arah sasaran ini. Tidak satupun
ukuran kinerja tersebut ada di organisai nirlaba. Banyak dari organisasi
nirlaba yang mempunyai beberapa sasaran, dan efektivitas dari suatu organisasi
dalam mencapai sasarannya jarang sekali dapat diukur dengan jumlah kuantitatif.
Ketiadaan ukuran kinerja keseluruhan kuantitatif yang mémuaskan adalah masalah
pengendalian manajemen yang serius dalam organisasi nirlaba.
b. Modal Kontribusi
Terdapat dua kategori utama modal kontribusi, yaitu pabrik dan sumbangan.
Pabrik meliputi kontribusi gedung dan pcralatan, atau kontribusi dana untuk memperoleh
aktiva tersebut; pekerjaan-pekerjaan seni; dan objek museum lainnya. Sumbangan
terdiri dari pemberian yang donornva berkeinginan agar jumlah pokoknya tetap
utuh selamanya (atau setidak-tidaknva untuk banyak tahun); hanya laba dari
pokok sumbangan tersebut yang akan digunakan untuk mendanai operasi sekarang
ini.
Suatu organisasi nirlaba memiliki dua kelompok laporan keuangan. Satu
kelompok berkaitan dengan aktivitas operasi; kelompok tersebut meliputi laporan
laba rugi, neraca, dan laporan arus kas, sama seperti yang ditemukan di bisnis.
Kelompok kedua berkaitan dengan modal kontribusi. Kelompok tersebut memiliki
laporan arus modal kontribusi selama periode tersebut dan neraca yang
melaporkan aktiva modal kontribusi dan kewajiban serta ekuitas yang terkait.
Arus masuk dan modal kontribusi adalah modal kontribusi yang diterima dan
keuntungan dari portofolio sumbangan selama periode tersebut; arus keluar
adalah laba sumbangan yang dilaporkan sebagai pendapatan operasi, kerugian atas
portofolio sumbangan, dan penghapusan pabrik.
c. Akuntansi Dana
Banyak organisasi nirlaba menggunakan sistem akuntansi yang disebut
“akuntansi dana.” Akun-akun dibuat secara terpisah untuk beberapa dana,
masing-masing saling menyeimbangkan (yaitu, jumlah saldo debit sama dengan
jumlah saldo kredit). Kebanyakan organisasi memiliki (1) dana umum atau dana
operasi, yang berkaitan erat dengan sekelompok akun operasi; 2) dana pabrik dan
dana sumbangan, yang merupakan aktiva modal kontribusi dan ekuitas; dan (3)
beragam dana lain untuk tujuan khusus. Untuk hijuan pengendalian manajemen,
fokus utama adalah pada dana umum.
d. Pengelolaan
Organisasi nirlaba dikelola oleh dewan pengawas. Dewan pengawas biasanva
tidak digaji, dan banyak dari mereka yang tidak memahami manajemen bisnis. Oleh
karena itu, mereka umumnya menjalankan lebih sedikit pengendalian dibandingkan
dengan direktur dari suatu perusahaan bisnis. Lebih lanjut lagi, karena kinerja
lebih sulit untuk diukur, dewan pengawas menjadi kurang mampu untuk mengidentifikasikan
masalah-masalah aktual atau masalah-masalah yang baru timbul. Sehingga
kebutuhan akan dewan pengelola yang kuat dalam organisasi nirlaba adalah jauh
lebih besar dibandìngkan dengan dalam organisasi bisnis.
2. Sistem Pengendalian
Manajemen
a. Penetapan Harga
Produk
Banyak organisasi nirlaba memberikan perhatian yang kurang memadai pada
kebijakan penetapan harganya. Penetapan harga layanan pada biaya penuh adalah
yang diinginkan.Hargaberdasarkan “biaya penuh” merupakan jumlah dari biaya
langsung, biaya tidak langsung, dan mungkin penyisihan kecil untuk meningkatkan
ekuitas organisi. Prinsip ini berlaku pada jasa yang secara langsung berkaitan
dengan tujuan organisasi tersebut. Penetapan harga untuk aktivitas pelengkap
šebaiknya didasarkan pada pasar. Dengan demikian, suatu rumah sakit nirlaba
sebaiknya menetapkan harga atas layanan perawatan kesehatannya pada biaya
penuh, tetapi harga-harga dalam toko suvenir sebaiknya berdasarkan pasar.
b. Perencanaan
Strategis dan Penyusunan Anggaran
Dalam organisasi nirlaba yang harus memutuskan mengenai bagaimana cara
yang terbaik untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas ke
aktivitas-aktivitas yang berharga, perencanaan strategis adalah proses yang
lebih penting dan lebth banyak memakan waktu dibandingkan dengan dalam bisnis
yang blasa.Anggaran merupakan alat pengendalian manajemen yang paling penting
setidak-tidaknya dalam hal aktivitas keuangan.
c. Evaluasi dan
Operasi
Di kebanyakan organisasi nirlaba, tidak ada cara untuk mengetahui
seberapa besar biaya operasi yang optimum. Oleh karena itu, manajer pusat
tanggung jawab cenderung untuk membelanjakan apa saja yang diperbolehkan dalam
anggaran, meskipun jumlah yang dianggarkan tersebut mungkin lebih tinggi
daripada yang diperlukan. Sebaliknya, mereka mungkin membatasi pengeluaran yang
memiliki pengembalian yang sangat bagus hanya karena pengeluaran tersebut tidak
termasuk dalam anggaran. Meskipun organisasi nirlaba telah memiliki reputasi
sebagai organisasi yang beroperasi secara tidak efisien, persepsi ini telah
berubah karena alasan-alasan yang baik. Banyak organisasi telah memiliki
kesulitan yang semakin meningkat dalam memperoleh dana, terutama dari
sumber-sumber pemerintah. Hal ini telah mengarah padá pengetatan dan pada meningkatnya
perhatian pemerintah pada pengendalian manajemen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar