Bab 3
Perilaku Dalam Organisasi
1. Pengertian
Perilaku dalam Organisasi
Pengertian perilaku organisasi menurut beberapa ahli :
- Joe.Kelly, perilaku organisasi
adalah suatu bidang studi yang mempelajari sifat-sifat organisasi,
termasuk bagaimana organisasi di bentuk, tumbuh dan berkembang.
- Adam Indrawijaya, perilaku organisasiadalah
suatu bidang studi yang mempelajari semua aspek yang berkaitan dengan
tindakan manusia, baik aspek pengaruh anggota terhadap organisasi maupun
pengaruh organisasi terhadap anggota.
- Sutrisna Hari, MM, perilaku organisasi
adalah suatu bidang studi yang mempelajari dinamika organisasi sebagai
hasil interaksi dari sifat khusus (karakteristik) anggota dan sifat khusus
(karakteristik) para anggotannya dan pengaruh lingkungan.
- Stephen P. Robbins, perilaku Organisasi
adalah bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok, dan
struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan
pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.
2. Teori
Perilaku Organisasi
Untuk memenuhi keingintahuan tentang bagaimana orang berperilaku dalam
organisasi terdapat dua teori yang memaparkannya, yaitu :
a. Teori
Jenjang Kebutuhan
Manusia mempunyai banyak kebutuhan dan keinginan yang tersusun sedemikian
hingga, bila satu kebutuhan telah terpenuhi maka manusia tersebut akan berusaha
memenuhi tingkat kebutuhan yang lebih tinggi lagi. Menurut Abraham
Maslow, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan hidup yang akan selalu
berusaha untuk dipenuhi sepanjang masa hidupnya. Lima tingkatan yang dapat
membedakan setiap manusia dari sisi kesejahteraan hidupnya. Kebutuhan tersebut
berjenjang dari yang paling mendesak hingga yang akan muncul dengan sendirinya
saat kebutuhan sebelumnya telah dipenuhi. Setiap orang pasti akan melalui
tingkatan-tingkatan itu, dan dengan serius berusaha untuk memenuhinya, namun
hanya sedikit yang mampu mencapai tingkatan tertinggi dari piramida ini. Teori
ini menyiratkan bahwa Sistem Pengendalian Manajemen haruslah didasarkan pada
keinginan manusia untuk memuaskan, yang berbeda disetiap saat, untuk setiap
keadaaan dan bagi orang yang berbeda.
Kebutuhan
Fisiologis
Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan
dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang,
hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dan lain-lain.
Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat
memberikan produktivitas yang tinggi bagi organisasi.
Kebutuhan
Keamanan
Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketenteraman dan jaminan
seseorang dalam kedudukannya, jabatannya, wewenangnya dan tanggung jawabnya
sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas
bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya.
Kebutuhan
Sosial (Kasih Sayang)
Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok
kerja atau antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, meningkatkan relasi
dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa.
Kebutuhan
Akan Penghargaan
Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian.
Kebutuhan
Aktualisasi Diri
Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik. Hal ini
merupakan kebutuhan untuk mewujudkan segala kemampuan (kebolehannya) dan
seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai citra dan cita diri
seseorang. Pada tingkat ini diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat
mensinkronisasikan antara cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan
hasil produktivitas organisasi yang lebih tinggi.
b. Teori Motivasi
Pencapaian
Teori ini mengenai perilaku manajer dalam organisasi mengatakan bahwa
seseorang dipengaruhi keinginannya untuk berhasil, berkuasa, dan kebutukan akan
pergaulan. Teori ini menyiratkan bahwa Sistem Pengendalian Manajemen dalam
menggunakan struktur imbalan dan hukuman haruslah didasarkan pada motif-motif
ini.
McClelland menyatakan
ada 3 keperluan yang penting untuk motivasi kerja, yaitu :
- Kebutuhan akan Prestasi (n-ACH)
Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi
sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses. Ciri-ciri
inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima
resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang
hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan
berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat
realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu
mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap
prestasinya tersebut.
- Kebutuhan akan Kekuasaan (n-pow)
Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain
berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan
berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk
mengendalikan dan memengaruhi orang lain. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan
akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi
kepemimpinan.
n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi
untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin
dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status
dan prestise pribadi.
- Kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat
(n-affil)
Kebutuhan akan afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi
yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan
yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu
yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan
yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.
3. Unsur
Utama Perilaku Organisasi
Secara keseluruhan dalam mempelajari perilaku organisasi tercakup 4 (empat)
unsur utama yaitu :
- Aspek psikologi tindakan manusia itu sendiri
sebagai hasil studi psikologi.
- Pandangan Ekonomi. Uang misalnya merupakan salah
satu faktor pertimbangan mengapa seseorang memasuki organisasi.
- Perilaku organisasi sebagai suatu disiplin mengakui
bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana diatas dan siapa yang mengawasi
mereka. Oleh sebab itu struktur organisasi menyerap peranan penting dalam
membahas perilaku organisasi.
- Walaupun disadari akan adanya keunikan masing
masing individu, perilaku organisasi lebih banyak menekankan pada tuntutan
manajer bagi tercapainya tujuan organisasi secara keseluruhan. Dengan
demikian selalu diusahakan agar usaha masing masing individu selaras
dengan tujuan organisasi.
4. Dimensi
Perilaku Organisasi
Perilaku organisasi mempunyai tiga dimensi konsep, yaitu :
a. Dimensi Konsep
Sebuah rancangan khusus yang dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan
sebuah organisasi, artinya setiap gerak atau kegiatan yang akan dilaksanakan
tetap mengacu pada pedoman yang telah dibuat oleh seluruh atau sebagian anggota
organisasi yang mempunyai wewenang.
b. Dimensi Sistem
Dimensi sistem mencakup bagaimana proses manajemen yang dilakukan untuk
melakukan suatu kegiatan secara efektif dan efisien yang di kemas dengan
pendekatan-pendekatan matematis atau logika.
c. Dimensi Manusia
Dimensi manusia, adalah dimensi yang paling utama dalam sebuah organisasi
karena tanpa adanya dimensi manusia otomatis suatu organisasi tidak akan pernah
ada karena tidak ada yang membuat organisasi dalam arti membentuk sebuah
organisasi dan tidak ada penggerak yang melakukan suatu kegiatan organisasi
tersebut. Sehingga dapat dikatakan kalau dimensi manusia merupakan dimensi yang
komplek dalam sebuah organisasi. Namun, tetap saja dimensi manusia tidak akan berfungsi
secara utuh jika dimensi sistem dan konsep tidak ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar