Bab 9
Analisis Laporan Kinerja Keuangan dan Pengukuran Kinerja
A. MENGHITUNG VARIANS
Walaupun fokus dari bagian ini adalah pada
perbandingan antara kinerja aktual dengan anggaran, manajer operasi yang
kompeten juga mengadopsi mentalitas perbaikan yang kontinu, atau Kaizen. Mereka
tidak berasumsi bahwa kinerja yang optimal adalah yang sesuai dengan anggaran.
Hampir semua perusahaan membuat analisis bulanan atas perbedaan antara
pendapatan dan beban aktual dengan yang dianggarkan untuk setiap unit bisnis
dan untuk organisasi keseluruhan.
Analisis yang seksama mengidentfikasikan
penyebab dari varians tersebut dan unit organisasi yang bertanggung jawab untuk
itu. Sistem yang efektif mengidentifikasikan varians yang terjadi ke tingkat
manajemen terendah. Varians bersifat hierarkis. Varians dimulai dengan kinerja
unit bisnis keseluruhan yang dibagi menjadi varians pendapatan dan varians
beban. Varians pendapatan dibagi lebih lanjut menjadi varians volume dan
varians harga untuk unit bisnis keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggung
jawab pemasaran dalam unit tersebut.Varians tersebut dapat dibagi lebih lanjut
berdasarkan area dan distrik penjualan.
Kerangka analisis yang digunakan dalam
analisis varians meliputi ide-ide berikut ini:
·
Mengidentifikasikan
faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba.
·
Merinci
varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kunci tersebut.
·
Fokus
pada dampak laba dari variasi dalam setiap faktor penyebab
·
Mencoba
untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari setiap faktor
penyebab dengan cara menvariasikan satu faktor saja sementara faktor-faktor
lainnya dianggap konstan.
·
Menambahkan
kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkat akal sehat
yang paling mendasar.
·
Menghentikan
proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di tingkat yang baru
dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor penyebab
yang mendasari varians laba keseluruhan.
1.
Varians Pendapatan
Dalam bagian ini dijelaskan bagaimana
menghitung varians harga, volume dan bauran penjualan. Perhitungan tersebut
dibuat untuk setiap lini produk, dan hasil dari lini produk kemudian
diagregasikan untuk menghitung total varians. Varians yang positif adalah
menguntungkan, karena hal tersebut mengindikasikan bahwa laba aktual melebihi
laba yang dianggarkan, dan varians yang negatif tidak menguntungkan.
Varians Harga Penjualan
Varians harga penjualan dihitung dengan
mengalikan selisih antara harga aktual dan harga standar dengan volume aktual.
Varians Bauran dan Volume
Seringkali varians bauran dan volume tidak
dipisahkan. Persamaan untuk gabungan dari varians bauran dan volume adalah:
Varians bauran dari volume = (Volume
aktual-Volume yang dianggarkan) × Kontribusi per unit dianggarkan
Varians volume diakibatkan dari menjual
lebih banyak unit daripada yang dianggarkan. Varians bauran diakibatkan dari
menjual proporsi produk yang berbeda dari yang diasumsikan dalam anggaran.
Karena setiap produk memperoleh kontribusi per unit yang berbeda, maka
penjualan proporsi produk yang berbeda dari yang dianggarkan akan menghasilkan
suatu varians.
Varians Bauran
Varians bauran untuk masing-masing produk
diperoleh dari persamaan berikut ini:
Varians bauran = [(Total volume penjualan
aktual × Proporsi yang dianggarkan) – (Volume penjualan aktual)] × Kontribusi
per unit yang dianggarkan
Varians Volume
Varians volume dapat dihitung dengan cara
mengurangkan varians bauran dari gabungan antara varians bauran dan varians
volume.
Varians volume = [(Total volume penjualan
aktual) × (Persentase yang dianggarkan)] –[(Penjualan yang dianggarkan) ×
(Kontribusi per unit yang dianggarkan)]
Penetrisi Pasar dan Volume Industri
Salah satu perluasan dari analisis laba
adalah untuk memisahkan varians bauran dan volume menjadi jumlah yang disebabkan
oleh perbedaan dalam pangsa pasar dan jumlah yang disebabkan oleh perbedaan
dalam volume industri. Prinsipnya adalah bahwa manajer unit bisnis bertanggung
jawab atas pangsa pasar, tetapi mereka tidak bertanggung jawab atas volume
industri karena hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisis ekonomi.
Persamaan berikut ini digunakan untuk memisahkan dampak penetris pasar dari
volume industri untuk varians bauran dan volume:
Varians pangsa pasar = [(Penjualan aktual)
- (Volume industri) ×Penetrisi pasar yang dianggarkan × Kotribusi per unit yang
dianggarkan
2.
Varians Beban
Biaya Tetap
Varians antara biaya tetap aktual dengan
yang dianggarkan didapat dari pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak
dipengaruhi baik volume penjualan maupun volume produksi
Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang
bervariasi secara langsung dan proporsional dengan volume. Biaya produksi
variabel yang dianggarkan harus disesuaikan dengan volume produksi aktual.
Volume yang digunakan untuk menyesuaikan beban produksi variabel yang
dianggarkan adalah volume produksi, bukan volume penjualan, yang digunakan
dalam menentukan varians pendapatan. Dalam contoh sederhana yang diberikan di
sini, diasumsikan bahwa kedua volume tersebut adalah sama yaitu, kuantitas dari
setiap produk yang dihasilkan pada bulan januari adalah sama dengan kuantitas
yang terjual pada bulan tersebut. Apabila volume produksi berbeda dengan volume
penjualan, maka perbedaan biaya akan
terlihat dalam perubahan di persediaan.
B. VARIASI DALAM PRAKTIK
Periode Waktu dari Perbandingan
Beberapa perusahaan menggunakan kinerja
untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu sebagai dasar perbandingan.
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni, akan digunakan jumlah yang
dianggarkan dan jumlah aktual untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 30
Juni, daripada jumlah untuk bulan Juni saja. Perusahaan-perusahaan lain
membandingkan anggaran untuk satu tahun penuh dengan estimasi sekarang atas
kinerja aktual untuk tahun yang bersangkutan. Jumlah aktual untuk laporan yang
dipersiapkan per tanggal 30 Juni akan terdiri dari angka aktual untuk enam
bulan pertama ditambah estimasi terbaik saat ini atas pendapatan dan beban
untuk enam bulan berikutnya.
Fokus pada Margin Kotor
Di banyak perusahaan, perusahaan dalam
biaya atau faktor-faktor lainnya diperkirakan akan mengarah kepada perubahan
dalam harga jual, dan tugas dari manajer pemasaran adalah untuk memperoleh
margin kotor yang dianggarkan—yaitu, penyebaran yang konstan antara biaya dan
harga jual. Kebijakan semacam itu terutama penting dalam periode inflasi. Suatu
analisis varians dalam sistem semacam itu tidak akan memiliki varians harga
jual. Melainkan, akan ada varians margin kotor. Margin kotor per unit adalah
selisih antara harga jual dengan biaya produksi.
Analisis varians dilakukan dengan
mensubtitusi “margin kotor” untuk “harga jual” dalam persamaan pendapatan.
Margin kotor adalah selisih antara harga jual aktual dengan biaya produksi
standar.
Standar Evaluasi
Dalam sistem pengendalian manajemen,
standar formal digunakan dalam evaluasi laporan atas aktivitas aktual dan
terdiri atas tiga jenis: (1) standar atau anggaran yang telah ditetapkan
sebelumnya; (2) standar historis; (3) standar eksternal.
Standar atau Anggaran yang Telah Ditetapkan
Sebelumnya
Bila dipersiapkan dan dikoordinasikan
secara hati-hati, maka merupakan standar yang unggul. Standar ini merupakan
dasar terhadap mana kinerja aktual diperbandingkan di banyak perusahaan.
Seandainya angka-angka anggaran didapatkan secara acak, maka tentu saja
angka-angka tersebut tidak akan menghasilkan dasar yang andal untuk
perbandingan.
Standar Historis
Ini merupakan catatan dari kinerja aktual
yang telah lewat. Hasil dari bulan berjalan dapat dibandingkan dengan hasil
bulan sebelumnya, atau dengan hasil dari bulan yang sama di tahun sebelumnya.
Standar jenis ini memiliki dua kelemahan yang serius: (1) kondisi mungkin saja
berubah antara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandingan
menjadi tidak valid lagi; dan (2) kinerja periode sebelumnya mungkin saja tidak
dapat diterima.
Standar Eksternal
Ini adalah standar yang diturunkan dari
kinerja pusat tanggung jawab lain atau perusahaan-perusahaan lain dalam
industri yang sama. Kinerja dari satu kantor cabang penjualan dapat dibandingkan
dengan kinerja dari kantor cabang penjualan lainnya. Beberapa perusahaan
mengidentifikasi perusahaan yang diyakini merupakan perusahaan yang dikelola
paling baik dalam industri tersebut dan menggunakan angka-angka dari perusahaan
tersebut—baik melalui kerjasama dengan perusahaan tersebut atau dari materi
yang diterbitkan sebagai dasar perbandingan. Proses ini disebut benchmarking.
Keterbatasan Standar
Varians antara kinerja aktual dan standar
adalah bermakna hanya jika diturunkan dari standar yang valid. Walaupun sangat
mudah untuk mengacu pada varians yang menguntungkan atau tidak menguntungkan,
kata-kata ini mengimplikasikan bahwa standar adalah ukuran yang andal mengenai
bagaimana kinerja yang seharusnya. Bahkan biaya standar mungkin bukan merupakan
estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnya dalam situasi
tersebut.
Sistem Biaya Penuh
Jika perusahaan memiliki sistem biaya
penuh (full-cost system), baik biaya overhead variabel maupun tetap dimasukkan
dalam persediaan pada biaya standar per unit. Jika persediaan akhir lebih
tinggi dibandingkan dengan persediaan awal, sebagian dari biaya overhead tetap
yang terjadi di periode tersebut tetap akan tinggal di persediaan dari bukannya
mengalir ke harga pokok penjualan.
Jumlah Rincian
Varians pendapatan dianalisis pada
beberapa tingkatan: pertama, secara total; kemudian berdasarkan volume, bauran,
dan harga; lalu menganalisis varians volume dan bauran berdasarkan volume
industri dan pangsa pasar. Pada setiap tingkatan ini, varians tersebut dianalisis
berdasarkan produk individual. Proses dari satu tingkat ke tingkat lainnya ini
sering disebut dengan “mengupas bawang”—yaitu, lapisan demi lapisan dikupas,
dan proses tersebut akan terus berlanjut selama rincian tambahan masih dianggap
berharga.
Biaya Teknik dan Biaya Diskresioner
Varians dalam biaya teknik dipandang
dengan cara yang berbeda secara mendasar dari varians dalam biaya kebijakan.
Varians yang “menguntungkan” dalam biaya teknik biasanya merupakan indikasi
dari kinerja yang baik; yaitu, semakin rendah biayanya maka semakin baik
kinerjanya. Hal ini bergantung pada kualifikasi bahwa kualitas dan pengantaran
tepat waktu dinilai memuaskan.
C. KETERBATASAN ANALISIS VARIANS
Walaupun analisis varians adalah alat yang ampuh, alat tersebut
memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan yang paling penting adalah bahwa
walaupun analsis ini mengidentifikasi di mana varians terjadi, tetapi tidak
mengatakan mengapa varians ini terjadi atau apa yang dilakukan mengenainya.
Masalah kedua dalam analisis varians
adalah untuk menentukan apakah suatu varians adalah signifikan. Teknik
statistik dapat digunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan
antara kinerja aktual dan standar untuk beberapa proses tertentu; teknik-teknik
ini umumnya disebut sebagai pengendalian mutu secara statistik.
Keterbatasan ketiga dari analisis varians
adalah bahwa ketika laporan kinerja menjadi lebih teragregasi, varians yang
saling meniadakan dapat menyesatkan pembacanya. Misalnya, seorang manajer melihat
kinerja biaya produksi unit bisnis mungkin memerhatikan bahwa biaya tersebut
sesuai dengan anggaran. Demikian pula, ketika varians menjadi semakin
teragregasi, para manajer menjadi semakin bergantung pada penjelasan-penjelasan
dan prediksi yang menyertainya. Para manajer pabrik mengetahui apa yang terjadi
di pabrik mereka dan dengan mudah menjelaskan penyebab varians.
Tindakan Manajemen
Ada satu prinsip utama dalam menganalisi
laporan keuangan formal: Laporan laba bulanan sebaiknya tidak berisi hal-hal
yang tak terduga. Informasi yang signifikan harus dikomunikasikan secepatnya
melalui telepon, faks, e-mail, atau pertemuan pribadi segera setelah hal itu
diketahui. Laporan formal menginformasikan kesan umum bahwa manajer senior
telah mengetahui dari sumber-sumber tersebut. Berdasarkan informasi ini, ia
dapat bertindak sebelum menerima laporan formal.
Laporan formal tersebut adalah tetap
penting. Salah satu manfaat utama dari laporan formal adalah bahwa laporan
tersebut memberikan tekanan yang diinginkan pada manajer di tingkat yang lebih
rendah untuk mengambil tindakan perbaikan atau inisiatif mereka sendiri.
Laporan laba adalah tidak berguna kecuali laporan tersebut mengarah pada
tindakan. Tindakan tersebut mungkin terdiri dari pujian atas kerja yang telah
dilakukan dengan baik, saran-saran untuk melakukan hal secara berbeda,
“memproses,” atau tindakan ketenagakerjaan yang lebih yang lebih drastis.
Tetapi, tindakan-tindakan ini tidak dilakukan untuk setiap unit bisnis setiap
bulan. Selama bisnis berjalan baik. Pujian adalah yang paling diperlukan, dan
kebanyakan orang tidak mengharapkan untuk memperoleh pujian secara rutin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar