BAB 8
PERENCANAAN STRATEGIS DAN PENGANGGARAN
Sistem perencanaan dan
penganggaran merupakan salah satu elemen penting dalam sistem pengendalian
keuangan yaitu rencana tertulis yang menjelaskan arah organisasi (tujuan),
bagaimana cara mencapainya (strategi), dan hasil apa yang seharusnya diharapkan
(target kinerja).
Tujuan Perencanaan dan Penganggaran
Ada empat tujuan perencanaan dan penganggaran yaitu:
- PerencanaanPerencanaan dimulai dengan pengambilan keputusan. Dalam hal ini, manajer memikirkan tentang masa depan, memperhatikan prospek bisnis, kendala sumber daya, dan risiko yang akan dihadapi.
- KoordinasiProses perencanaan dan penganggaran mendorong pembagian informasi pada seluruh organisasi. Proses ini melibatkan komunikasi top-down tentang tujuan dan prioritas organisasi, serta bottom-up mengenai kesempatan, kebutuhan sumber daya, kendala, dan risiko. Komunikasi lateral diperlukan untuk meningkatkan kemampuan entitas organisasi. (unit bisnis, divisi, wilayah fungsional, dan unit administratitif) bekerja sama untuk tujuan umum.
- Memfasilitasi pengawasan manajemen puncakPengawasan terjadi dalam bentuk kajian pratindakan sebagai rencana yang dinilai, didiskusikan, dan disetujui sebelum tindakan diambil pada tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam suatu organisasi. Manajemen puncak menggunakan rencana sebagai standar kinerja yang digunakan untuk mengimplementasikan bentuk pengendalian management-by-exception (salah satu tipe pengendalian hasil).
- MotivasiPerencanaan dan penganggaran yang akan menjadi target mempengaruhi motivasi manajer karena target dihubungkan dengan evaluasi kinerja yang dihubungkan dengan imbalan atau penghargaan.
Siklus Perencanaan
- Perencanaan strategisProses perencanaan strategis umumnya melibatkan eksekutif senior dan seluruh manajer yang sebagian besar memiliki informasi yang luas yang biasanya direncanakan 3-5 atau 10 tahun ke depan. Perencanaan strategis meliputi pengembangan:
- Visi atau misi dan tujuan prganisasi secara
menyeluruh sebagai satu kesatuan;
- Pemahaman mengenai posisi yang dimiliki organisasi
sekarang, kekuatan dan kelemahan, serta kesempatan dan risikonya;
- Memutuskan strategi diversifikasi perusahaan yang
mengidentifikasika bisnis perusahaan apa yang harus dilakukan dan tidak
harus dilakukan;
- Menentukan bagi setiap unit bisnis strategis,
jalur tindakan yang paling mengambil keuntungan dari peluang dan kekuatan
dari setiap bisnis.
- Menyiapkan rencana strategis, yang merupakan
representasi kualitatif dan kuantitatif dari langkah strategis yang akan
diambil dan kemungkinan hasilnya.
- Memantau kinerja dan memperbarui rencana strategis
yang diperlukan.
- Penganggaran modalPenganggaran modal melibatkan identifikasi program tindakan khusus (proyek yang diimplementasikan atau investasi yang akan dilakukan) untuk beberapa tahun ke depan (1-5 tahun) dan spesifikasi dari masing-masing sumber daya yang akan digunakan. Pemrograman memindahkan strategi yang secara umum berfokus pada eksternal menuju pengaturan fokus internal. Program dikembangkan dari program yang kompleks hingga program sederhana.
- Penganggaran operasionalPenganggaran operasional atau tahunan merupakan penganggaran jangka pendek yang melibatkan persiapan rencana keuangan jangka pendek (anggaran), biasanya untuk tahun fiskal selanjutnya.
Penentuan target
Target kinerja, khususnya BHAG (Big
Hairy Audacious Goals) dianggap akan menstimulasi karyawan ataupun manajer
untuk berkompetisi. Anggaran adalah target kinerja utama untuk mengevaluasi
kinerja pada level manajerial dan untuk memberikan penghargaan insentif. Target
juga memotivasi manajer untuk menggunakan pengetahuan yang dimiliki atau
menemukan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membantu mencapai tujuan. Target
yang akan dibahas mengenai target kinerja keuangan yang biasanya dinyatakan
pada tahun fiskal atau dasar tahunan. Target keuangan dapat dibedakan dalam
beberapa cara yaitu:
Tipe target kinerja
keuangan
- Target berbasis model, historis dan negosiasiTarget berbasis model diturunkan dari prediksi kinerja yang memungkinkan dalam sebuah rangkaian periode pengukuran. Target berbasis model yang digunakan pada aktivitas yang dapat diprogram (langsung dan lebih stabil, hubungan kausal bersifat deterministik antara input dan output) disebut target yang bisa direkayasa (engineered targets).Target historis diturunkan dari kinerja pada periode sebelumnya.Sebagian besar target kinerja keuangan diwujudkan dalam negosiasi antara hierarki yang lebih tinggi dengan bawahannya. Namun, negotiated targets menghadapi keterbatasan adanya asimetri informasi dimana manajer tingkat yang lebih tinggi lebih mengetahui mengenai seluruh tujuan organisasi dan keterbatasan sumber daya, sedangkan manajer yang lebih bawah memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai prospek bisnis dan kendala pada level operasi. Melalui negosiasi seharusnya keunggulan informasi pada masing-masing level manajer saling berbagi informasi.
- Target tetap vs fleksibelTarget tetap tidak berubah selama periode waktu yang diberikan, sedangkan target fleksibel berubah sesuai dengan kondisi yang dihadapi selama periode waktu tertentu.
- Target internal vs eksternalKebanyakan proses perencanaan dan penganggaran melibatkan pendekatan penetapan target yang berfokus secara internal. Namun, sebenarnya bisa juga melibatkan pendekatan eksternal dengan menggunakan evaluasi dan acuan kinerja relatif dengan membandingkannya dengan perusahaan lain melalui benchmarking.
Penetapan Target Kinerja
Keuangan
Target kinerja berhubungan dengan sistem pengendalian hasil. Apabila suatu
target salah ditetapkan, atau target disusun dengan cara yang tidak benar, maka
sistem pengendalian hasil akan menjadi rusak.
Dua isu penting terkait target kinerja keuangan berhubungan dengan:
- Jumlah yang sesuai dengan tantangan pada targetperlu menjawab pertanyaan : target dibuat menantang atau dibuat agar pasti tercapai?anggaran yang tingkat pencapaiannya tinggi memiliki beberapa keunggulan :
- Menigkatkan komitmen manajer
- Perlindungan terhadap proyeksi yang meyakinkan
- Pencapaian tertinggi manajer
- Pengurangan biaya intervensi
- Mengurangi gameplaying
- Peran bawahan dalam menentukan targetMasalah penting lain dalam merancang sistem pengendalian hasil ketika target dinegosiasikan adalah sampai sejauh mana pengaruh bawahan diizinkan dalam penentuan target mereka. Beberapa organisasi menyusun target mereka secara bottom-up sampai dengan level manajerial. Memperbolehkan pegawai untuk terlibat dalam proses penentuan target kinerja mereka dapat memberikan beberapa manfaat, yaitu:
- Meningkatkan komitmen manajer pada pencapaian
target
- Berbagi informasi
- Manfaat kognitif
Berikut ini adalah beberapa
keadaan di mana proses penentuan target secara top-down dapat
memberikan hasil yang baik:
- Target dapat secara efektif berasal dari proses
top-down ketika top manajemen memiliki pengetahuan tentang bisnis operasi
dan prospek operasional yang cukup untuk menetapkan dengan benar target
kinerja yang menantang.
- Situasi kedua yang dapat menyebabkan pengaturan
target secara top-down adalah ketika manajer tingkat atas
memiliki informasi untuk mengevaluasi kinerja secara relatif. Misalnya,
mereka mengelola sejumlah besar entitas yang relatif homogen yang
beroperasi dalam lingkungan yang stabil.
- Penetapan target secara top-down biasanya
dilakukan pada organisasi yang para manajer level bawahnya memiliki
kemampuan yang kurang dalam hal penganggaran.
- Manajemen level atas lebih tahu cara mengatur
standar sesuai dengan model kurva belajar yang telah terbukti akurat di
masa lalu atau mereka lebih tahu tentang teknologi baru yang dapat
menyebabkan perubahan struktural dalam cara melakukan pekerjaan dan dapat
mengubah prospek bisnis, sehingga standar kinerja historis menjadi usang.
- Penetapan target secara top-down perlu
dilakukan untuk menghindari terjadinya bias, sehingga target tidak dibuat
terlalu tinggi atau terlalu rendah dari seharusnya. Manajer level bawah
memiliki kecenderungan berupaya untuk merendahkan target, karena dapat
memudahkan mereka mencapainya sehingga bisa memperoleh bonus dengan upaya
yang lebih sedikit. Ada juga beberapa manajer yang terlalu optimis,
sehingga menginginkan target yang tinggi untuk menunjukkan kepada
manajemen atas kemampuan mereka.
Risiko terbesar top-down adalah,
kehilangan komitmen dari bawahan untuk mencapai target
Pilihan sistem perencanaan penganggaran
Faktor-faktor yang mempngaruhi antara lain :
- garis horizon' perencanaan (planning horizon),
yaitu periode waktu terlama yang mengharuskan organisasi untuk menyusun
perencanaan formalnya, tergantung dari jenis kegiatan usahanya.
- Isi perencanaan (planning content), yaitu
sistem perencanaan dan penganggaran dapat memiliki bentuk isi dan jenis
informasi (kuantitatif dan kualitatif) dalam format standar (laporan
keuangan: proforma neraca dan laporan laba rugi) atau format yang
lainnya.
- Jangka waktu proses perencanaan (length and
timing of planning process), ada perusahaan yang memulai perencanaan
sejak lima bulan sebelum tahun fiskal berakhir, ada juga yang dua bulan
sebelumnya. Tidak ada rumus universal untuk menentukan kapan perencanaan
harus dimulai dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
Namun banyak manajer yang mengeluhkan bahwa mereka menghabiskan banyak
waktu untuk membuat rencana, sehingga mengganggu waktu untuk bekerja.
Namun jika perencanaan yang dihasilkan menimbulkan manfaat yang lebih
besar daripada biayanya, maka memang seharusnya perencanaan itu dilakukan
untuk organisasi yang lebih baik.
- Perubahan perencanaan (planning update),
biasanya untuk perencanaan jangka panjang. Ada juga anggaran yang sengaja
tidak diubah dalam rangka dilakukan evaluasi.
- Petunjuk perencanaan (planning guidance),
biasanya berupa deskripsi tertulis yang berisi tentang penjelasan proses
perencanaan, kalender kegiatan, serta asumsi yang digunakan dalam
perencanaan, misalnya ramalan kegiatan ekonomi dan peningkatan skala
pembayaran. Sebuah petunjuk perencanaan sebaiknya tidak terlalu detil,
sehingga memberi kesempatan bagi manajer bawah untuk melakukan perencanaan
dengan cara mereka masing-masing.
Kritik atas proses
perencanaan dan penganggaran
- Proses perencanaan dan penganggaran bersifat
politis dan penuh dengan 'gameplaying'
- Hanya menghasilkan pemikiran tentang kenaikan
gaji/bonus
- Hanya berupa sedikit modifikasi dari rencana dan
anggaran periode sebelumnya serta tidak responsif terhadap perubahan
ekonomi saat ini yang fast-moving
- Pemusatan kekuasaan pada organisasi, sehingga
melumpuhkan inisiatif
- Berfokus pada pengurangan biaya, bukan pada
peningkatan nilai
- Memisahkan antara perencanaan (pemikir) dengan
pelaksanaan (pelaksana)
- Menimbulkan terlalu banyak biaya untuk manfaat yang
terlalu sedikit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar